Kamis, 31 Maret 2011

Lenny, Sang Penipu Unik

Sudah hampir seminggu pemberitaan mengenai penipuan mewarnai media, baik cetak maupun  elektronik. Ya, tentu sudah tidak asing lagi dengan dua nama yang sering disebut-sebut media sebagai penipu cantik, mereka adalah Inong Melinda dan Selly Yulistiawaty. Awal mendengar pemberitaan tersebut saya sangat penasaran, penasaran ingin melihat wajahnya, apakah wajah selly sama dengan yang menipu saya pada tanggal 15 Maret 2011 di Bandung. Namun, sayang ternyata bukan. Hanya kawat giginya saja yang sama, ya orang yang menipu saya mengenakan kawat gigi juga. Dia sih, mengaku saat kenalan namanya Lenny, ya...entahlah lenny yang mana.

Meskipun demikian, saya tetap ingin berbagi tentang modus penipuan yang mungkin digunakan para penipu zaman sekarang.  Benar-benar, tidak nampak seperti seorang yang hendak menipu. Pasalnya wanita tersebut (Lenny) secara fisik terlihat baik, kata-katanya baik dan lembut, pakaiannya sopan, mengenakan kerudung, dan bawa mobil. Pokoknya tidak ada tampang penipu.

Kronologis kejadiannya, tepat pukul 14.00 WIB, saya sedang berjalan persis di sepanjang jalan menuju DT. Siang itu, siang yang sangat terasa lelah dan capek, maklum baru selesai menjadi penanggungjawab lomba debat di Himpunan Jurusan Sastra Inggris. tiba-tiba, seorang perempuan dari arah berlawanan menanyakan perihal keberadaan BSM. “dek, BSM dimana ya?” tanya wanita bertubuh kecil dan tidak terlalu tinggi itu. “wah lumayan jauh mba, di setiabudi dekat kampus saya, kalau jalan kaki lumayan jauh”, jawab saya tanpa ragu. “aduh...gimana ya, saya parkir mobil disana, gini dek, kartu ATM saya tertelan di ATM Mandiri”, ujar wanita berbehel sambil menunjuk kearah DT. Sayapun menjelaskan rutenya dengan detil, namun karena ternyata dia mengaku belum tahu daerah tersebut, jadi tidak mengerti semua penjelasan saya. “adek, bisa anter saya ke sana tidak, lagi sibuk gak? Tanyanya. “Boleh mba, kebetulan saya tidak ada agenda”. Ujar saya polos, karena memang merasa iba dan kasihan.

Masuklah saya kedalam mobilnya, yang berwarna hitam sejenis Avanza dengan plat nomor B....Q., ya saya tidak hapal plat nomornya.  Saat memarkir mobil, Lenny nama yang ia kenalkan menerima telpon yang katanya dari temannya. Hasil pembicaraannya, bahwa ia tidak bisa ngurus masalah ATMnya di BSM Bandung, karena ia tidak membawa buku tabungan, dsb. Saya pun bingung, begitu juga dia, terlihat bingung dan gelisah. Begitu nampak seperti yang benar-benar kesusahan. Ditambah kondisi bensin mobilnya yang hampir habis. Saat itu yang terpikir oleh saya, paling kalau pun membanti, hanya akan memberi untuk membeli bensin saja. Tapi...

Setelah sekitar lima menit di dalam mobil, wanita yang mengaku sebagai dokter syaraf itu bertanaya ”kamu punya uang cash berapa dek, atau mba ikut transfer aja ya? Gak enak juga kalau pinjam”. Ujarnya simpatik. “ya, ada kalau untuk beli bensin mah mba, tapi kalau mau transfer paling via BRI aja, karena kalau yang Muamalat tabungan saya gak pake ATM. Dan sekarang sudah 14.30, dan paling besok bisa diambilnya, kalo mba transfer kesini”. Jawab saya apa adanya. “kalau gitu, mba pake uang adek dulu ya, besok mba bayar, sekarang mba lagi ikut pelatihan di RSHS ampe besok, dan besok malam kembali ke Jakarta”. Pintanya kepada saya, “baiklah, saya ambil buku tabungannya dulu ya mba”. Begitu mudah saya, setuju. Ya entahlah apakah ini yang dinamakan efek hipnotis? Diapun mengantarkan saya menuju kostan untuk ngambil buku tabungan.

Pengambilan uangpun mulai diproses. Begitu menunjukan keramahan dan kebaikannya, sehingga tak terlintas sedikitpun kecurigaan. “Saya pinjam 575.000 rupiah ya, eh tapi tanggung bulatkan aja ya 600.000 rupiah”. Pintanya. Anehnya mengapa saya mengiyakan begitu saja. Sungguh saat itu otak tak bekerja dengan rasional. Kalaupun mau nolong, kan harusnya Cuma tolong secukupnya untuk beli bensin saja. Entahlah efek ilmu apa yang telah Lenny (nama kenalannya) gunakanan.
Uangpun cair, dan saya memberikan kepadanya dengan tangan yang ringan dan hati puas telah bisa menolong. Begitulah perasaan saya saat itu. Setelah tiba di kosan, timbul beberapa keraguan, dan pertanyaan pertanyaan yang meragukan mulai muncul dibenak saya. Saya pun meng SMS dia, dan dia langsung menelpon, “dek, saya sudah ketemu teman yang kerja di pajak, dan malam ini mba bisa kembalikan uangnya, sekarang mba lagi di jalan Pahlawan”. Pernyataannya di telpon. “wah, ga apa-apa kok mba, kasihan juga, mbanya capek, saya cuma mau tanya aja, kenapa mba bisa nyampe DT. O...ya, saya minta alamat email dan fb nya ya”. Ujar saya apa adanya.

Sayang alamat fb dan email pun tidak kunjung ia kirimkan. Tanggal 16 Maret 2011 yang menjadi tanggal perjanjian intuk bertemua, ia batalkan dengan alasan pelatihannya sampai malam, karena hari terakhir. Dia akan mentransfer uangnya. Saya pun percaya begitu saja, malamnya dia sms, kalau dia sudah pulang ke Jakarta. Dan pagi tanggal 18 Maret 2011, ia telpon bahwa ia telah mengirim uang via bank BCA. Pertanyaan pun hadir kembali, kenapa selama kejadian dulu ia tidak bilang punya rekening bank BCA?

Hari sabtu, 19 Maret 2011, saya cek uang ke ATM, kaget, uang tersebut belum ada. Saat itu saya hanya punya uang 50.000 lagi, dan harus pergi ke Depok. Saya coba telpon mba Lenny, handphone nya tidak aktif. Dag...dig...dug, jantung saya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. “wah ini mah nipu”, dalam benak saya. Saya pun tetap melanjutkan perjalanan menuju Lewi Panjang, istighfar dan berusaha berbaik sangka saya upayakan menyelimuti diri dan batin saya. Alhamdulillah, saat menaiki bis menuju Depok, sms saya dibalas. Kecurigaan saya pun sirna. Dalam sms nya, “maaf dek, tadi hp nya mba matikan, sengaja mau istirahat dulu, coba nanti cek lagi ya”.

Setibanya di depok, tetap saja uang yang dia bilang sudah dikirim belum masuk juga. Karena hari sabtu, saya pun tidak menuntutnya untuk konfirmasi kepada pihak Bank. Hari Minggu uang yang dijanjikan masih belum masuk juga, hari senin ia berjanji akan ke Bank setelah jam makan siang nya. Saya pun percaya. Tepat pada hari selasa saya cek, masih belum ada. Saya coba telpon hp nya sudah tidak aktif lagi. ya...mulai dari hari senin 21 Maret 2011 itulah hp nya tidak aktif dan hingga kini uang yang dia bilang sudah dikirim belum ada juga. Hanya Allah swt yang Maha Tahu, di mana ia sekarang, dan benarkah ia telah mengirimkan uangnya. Wa Allahu ‘Alam. ***
* Jika memang ada yang bisa melacak dengan no hp nya, berikut no hp mba Lenny (nama kenalnannya): 082116877575. Terima kasih atas perhatiannya.

Modus penipuannya:
1.     Kartu ATM tertelan di ATM
2.    Bensin Mobil/kendaraannya habis
3.    Tidak terbuka dengan identitas dirinya (tidak memberi tahu email, fb, alamat, nama lengkap, ktp, dan sim)
4.    Menggunakan hipnotis (memandang mata korban dengan pandangan yang tajam dan menyentuh). Hati-hati untuk bersalaman dengan orang yang belum kenal.
5.    Berpenampilan rapi dan sopan
6.    Menunjukan orang yang sedang sangat membutuhkan bantuan dan sedang kesusahan
7.    Tidak ragu dengan kata-katanya, ia berbicara mengalir apa adanya
8.    Tidak serta-merta menon-aktifkan hp nya, baru setelah lima hari ia mematikan hp nya


Solusi:
1.     Senantiasa bentengi diri kita dengan zikir dan tilawah setiap hari (saat itu saya sedang capek ditambah belum makan) bisa terbayang bagaimana keadaan saya saat itu. Yakinkan zikir dan tilawah dapat menjaga kita dari segala kejahatan.
2.    Ajak teman, jangan sendirian jika memang akan menolong
3.    Cek, benarkah ia mengalami kejadian tersebut, misal kartu ATM tertelan, cek bahkan tanya kan kepada orang sekitar dan hubungi bank yang bersangkutan.
4.    Zaman sekarang bingung untuk membedakan mana yang membutuhkan dan mana yang menipu, sebaiknya, jika kita hendak menolong, serahkan saja uangnya kepada lembaga yang sudah jelas.
5.    Catat identitasnya dengan jelas dan ambil fotonya. Jika tidak mau, maka urungkan niat kita untuk menolong. Toh pinjam uang ke Bank saja harus jelas. Ya gak...
6.    Jeli dengan setiap pernyataannya, apakah ada hal-hal yang ganjil, dan membuat ragu.
7.    Selalu tanyakan pada hati kecil kita, kita menolong untuk apa (niat menolong kenapa) apakah benar-benar karena Allah swt, atau ada modus lain yang ingin kita dapatkan
8.    Senantiasa berlindung kepada Allah swt dari segala kejahatan dan musibah
9.    Ambil hikmah dari segala kejadian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar